IF YOU FAIL TO PLAN YOU ARE PLANNING TO FAIL

Seorang laki-laki tua ingin bepergian. Ia memanggul tas ransel besar yang menggembung. Kini ia berada sebuah terminal bus antar kota. Ia menghampiri salah satu loket penjualan karcis.

“Bapak mau pergi ke mana?” tanya salah seorang petugas loket.

“Saya tidak tahu,” jawab lelaki tua itu. “Saya hanya mau pergi,” imbuhnya.

Petugas loket penjualan karcis yang menemuinya bingung dan  tidak bisa melayaninya. Maka bapak tua itu kemudian berpindah ke loket penjualan karcis yang lain. Tapi karena jawaban yang diberikan sama, maka yang diterimanya juga sama. Tidak ada karcis yang didapat oleh lelaki tua itu meski ia sudah menemui seluruh loket penjualan karcis di terminal itu. Laki-laki tua itu akhirnya pulang dengan kecewa. Ia tidak jadi pergi ke mana-mana.

Pembaca budiman, betapa konyol tindakan yang dilakukan laki-laki tua dalam kisah di atas. Tetapi jika direnungkan lebih dalam bukankah banyak di antara kita yang melakukannya?

Di dalam hidup ini kita semua ingin menjadi orang sukses. Tetapi betapa banyak di antara kita yang hanya mengangankannya saja tanpa rencana yang jelas.

Ingin sukses tapi tanpa rencana itu tidak bedanya seperti seseorang yang ingin bepergian tapi tidak tahu ke mana ia hendak pergi. Orang yang tidak bisa mendefinisikan tujuan kepergiannya hanya akan menghasilkan dua pencapaian. Yang pertama, ia tidak akan ke mana-mana atau kemungkinan lain ia akan sampai di tempat yang tidak pernah diinginkan.

Begitulah pentingnya rencana di dalam kehidupan ini. Tetapi betapa banyak yang mengabaikannya. Tanpa rencana yang jelas itu artinya keinginan atau cita-cita kita hanyalah khayalan belaka. Dalam kalimat yang lain dinyatakan orang yang gagal membuat rencana itu sebenarnya ia sedang merencanakan kegagalan. If you fail to plan, you are planning to fail, begitu kata-kata mutiara yang dipopulerkan oleh Benjamin Franklin.

Orang beriman tidak sepatutnya hidup tanpa rencana. Tidak ada kalimat “Hidup yang penting dijalani saja”. Pedoman hidup kita Al-Quran sudah menggariskan bahwa setiap orang beriman harus memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr: 18)

Jelas bukan? Setiap orang beriman harus memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok. Apa yang kita lakukan di hari ini punya dampak pada keadaan kita di hari esok. Maka sudah semestinya jika kita ingin hari esok yang lebih baik maka kita membuat rencana yang baik di hari ini.

Pembaca budiman, tahun 2016 sebentar lagi meninggalkan kita. Dan di depan mata sudah menunggu tahun 2017. Akan seperti apa kita di tahun yang akan datang amat ditentukan oleh rencana kita hari ini.

Mari susun rencana sebaik mungkin, agar kehidupan kita di tahun yang akan datang lebih baik dari tahun yang akan kita tinggalkan.

Selamat membuat rencana. Dan sampai jumpa di dermaga kesuksesan!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*