TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Judul tulisan di atas sudah sangat akrab di telinga kita. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar kita sudah mendengarnya dari bapak dan ibu guru. Bila kita tidak mengetahui jati diri, sifat atau perangai seseorang maka akan sulit untuk mencintai atau menghargainya. Begitu kira-kira penerapan ungkapan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Proses mengenal adalah tindakan sederhana, tetapi ia punya dampak yang besar. Dua orang yang tidak saling mengenal bukan hanya tidak bisa saling menyayangi, tapi pasti banyak hal tidak akan bisa dilakukan bersama. Seseorang tidak mungkin menikah dengan orang yang sama sekali tidak dikenalnya. Seseorang juga tidak akan mengajak orang yang tidak dikenalnya untuk melakukan sesuatu yang disukainya. Bila Anda baru saja mendapat rezeki nomplok, siapakah yang akan Anda ajak untuk makan-makan? Pasti orang-orang dekat atau orang yang paling Anda kenal.

Bagi Anda yang sudah menjadi orangtua pasti memahami bahwa mengenal dengan baik masing-masing anak adalah hal yang sangat penting. Ketika masih anak-anak, sering kali orangtua saya bisa menebak dengan pasti warna baju yang baru saya beli meskipun baju baru itu masih terbungkus rapi. Saya meyakini itu semua karena bapak dan ibu sangat mengenal anaknya. Bila suatu kali bapak dan ibu hendak membelikan baju beliau tidak perlu menanyakan kepada saya warna apa yang saya inginkan. Begitulah, dengan mengenal kita mengetahui apa yang disukai dan apa yang tidak disukai orang-orang di sekitar kita tanpa mereka mengatakannya.

Saat masih kerja kantoran saya sering kali berangkat kerja naik kendaraan umum. Dari rumah sampai kantor harus berganti beberapa moda angkutan umum. Suatu ketika, kembali saya berangkat kantor naik kendaraan umum. Sewaktu turun dari metromini di salah satu perempatan hampir saja saya tertabrak seorang pengendara motor yang tengah ngebut. Karuan saja saya kesal. Pengendara motor itu menengok ke sarah saya. Saya menatapnya. Pengendara motor itu berhenti dengan tetap melihat ke arah saya. Saya makin jengkel. Dia yang salah kok malah melotot. Tiba-tiba pengendara motor itu membuka helm. Oalaaa…. rupanya saya mengenal baik pengendara motor itu. Ia salah seorang staf di kantor sahabat saya.

Pembaca budiman, Anda tahu akhir dari kejadian itu? Ya… saya bersalaman dengan pengendara motor itu tanpa ada perasaan marah sama sekali. Perasaan dongkol tiba-tiba lenyap begitu saja. Kami tertawa bersama. Bayangkan jika pengendara itu bukan orang yang saya kenal. Apa yang akan terjadi? Pasti urusannya akan panjang dan ruwet. Begitulah antar dua orang yang saling mengenal dengan baik masalah itu cepat selesai.

Anda pasti pernah menyaksikan aksi sebuah tim sepakbola atau bola basket yang hebat. Antar permain bisa saling memberikan bola sesuai keinginan kawannya tanpa teriakan. Setiap pemain bisa mengoper bola tanpa terlebih dahulu melihat keberadaan kawannya. Dan hebatnya begitu bola dioperkan ternyata salah seorang temannya memang benar-benar sudah siap. Itu semua bisa terjadi karena sesama pemain memang sudah sangat saling mengenal. Mereka mengenal kebiasaan bermain dari masing-masing teman.

Tim juara adalah tim yang antar anggotanya saling mengenal dengan baik. Sesama pemain sudah tahu posisi masing-masing. Mereka mengenal dengan baik kesukaan dan ketidaksukaan temannya. Mereka mengetahui kapan sang kawan memerlukan uluran tangan, kapan waktunya diberikan kebebasan berkreasi. Tidak perlu ada teriakan dan bentakan.

Pembaca budiman, jika Anda ingin hidup menjadi lebih indah, masalah-masalah lebih mudah terselesaikan dan impian indah lebih mudah terwujud maka kenalilah dengan baik orang-orang di sekitar Anda. Siapa yang ingin keluarga harmonis kenalilah dengan baik istri dan anak-anak. Jika ingin perusahaan berkembang dengan baik kenalilah karyawan Anda dan pemasok-pemasok. Jika ingin suasana kerja yang nyaman maka kenalilah dengan baik teman-teman sekantor.

Selamat belajar saling mengenal dan sampai jumpa di dermaga kehidupan yang lebih indah.

 

Untuk informasi seminar dan pelatihan silahkan buka: https://www.awangsurya.com/exist-consultant/

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*