CERITA INSPIRATIF ISLAM: MENENGOK KE ATAS

Seorang pemuda tengah berjalan di sebuah lorong. Di salah satu ujung lorong ada sebuah rumah besar bertingkat. Seorang gadis, anak sang pemilik rumah tengah berada di lantai atas rumah dan melihat ke arah bawah. Gadis itu mengenal laki-laki tampan yang tengah berjalan di bawah. Tiba-tiba terpikir oleh si gadis untuk menarik perhatian si pemuda. Maka dijatuhkannya selembar uang kertas ke jalan yang dilalui sang pemuda.

Pembaca cerita inspiratif islam, apa yang terjadi?

Ya… ternyata uang itu jatuh tepat di depan si pemuda. Pemuda tampan itu segera memungut dan bergegas pergi. Gadis cantik itu kecewa. Sang pemuda ternyata sama sekali tidak menengoknya. Esok hari sang gadis menunggu sang pemuda lewat lagi. Kali ini disiapkannya lembaran uang yang lebih besar nilainya. Kejadian seperti kemarin pun terulang. Pemuda itu kembali memungut uang di hadapannya dan cepat-cepat berlalu. Sedikit pun pemuda itu tidak menengok ke atas. Mungkin ia tidak ingin ada orang lain mengetahuinya.

Sang gadis kesal. Ia terus berpikir mencari cara agar pemuda itu menengok kepadanya. Setelah cukup lama berpikir, gadis itu menemukan ide. Pagi-pagi ia sudah menunggu pemuda itu lewat. Benar saja, sang pemuda lewat jalan di depan rumahnya. Maka kali ini gadis itu melempar batu. Batu itu mengenai si pemuda.

“Hai, mengapa kau lempar aku?” teriak si pemuda.

“Kemarin saat aku melempar uang kau tak mau nengok. Ya, terpaksa aku melempar batu!” ucap sang gadis sembari tersenyum.

Makna cerita inspiratif Islam ini:

Perjalanan kehidupan sering diibaratkan seperti roda yang berputar. Ada kalanya nasib baik menghampiri. Badan sehat, rezeki lancar dan keluarga rukun damai. Tapi kadang keadaan berbalik 180 derajat. Sakit datang mendera, rezeki seret dan keluarga berantakan. Begitulah romantika kehidupan ini. Semua orang pasti pernah mengalaminya.

Saat nasib buruk datang, sering kali ada perasaan terhina. Kita merasa Tuhan tidak mencintai kita. Bagi kita cinta Tuhan itu wujudnya adalah rezeki melimpah, kesehatan badan dan keadaan-keadaan lain yang sesuai dengan harapan. Keadaan yang berlawanan dengan harapan bukanlah wujud dari cinta. Benarkah hal ini?

Bagi Anda yang sudah menjadi orangtua akan mudah memahami bahwa cinta itu punya dua wajah. Cinta itu bisa berwujud pengabulan permintaan tapi bisa juga wujudnya penolakan. Permintaan akan dikabulkan manakala membawa kebaikan. Dan permintaan akan ditolak jika diyakini akan membawa keburukan. Orangtua yang mencintai anaknya hanya mau kebaikan bagi anaknya, tidak mau keburukan. Begitu pula perlakuan Allah swt kepada hamba-Nya.

Pembaca budiman, percayalah Allah swt sangat mencintai hamba-Nya. Bahkan Allah lebih mencintai kita melebihi cinta orangtua kita. Sahabat Umar bin Khattab ra. pernah menceritakan pengalamannya setelah melewati suatu peperangan.

“Didatangkan beberapa tawanan ke hadapan Rasulullah saw. Tiba-tiba ada di antara para tawanan seorang wanita yang siap menyusui berjalan tergesa-gesa, sehingga ia menemui seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu. Lalu ia pun segera menggendong, menempelkan ke perut kemudian menyusuinya. Maka Nabi saw. bertanya pada para sahabat, “Apakah kalian menganggap wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Kami pun menjawab, “Tidak. Bahkan dia tak akan kuasa untuk melemparkan anaknya ke dalam api.” Nabi saw. bersabda, “Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-Nya daripada wanita ini terhadap anaknya.” (HR. Bukhari)

Sayangnya, sebagian manusia mudah lupa kepada Sang Pencipta manakala sedang bergelimang dengan segala kenikmatan. Segala anugerah berupa rezeki yang berlimpah, kesehatan, status sosial yang terhormat dan lain-lain cenderung membuat manusia lupa kepada Sang Khaliq.

Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya. QS. Ar-Rum : 33

Perhatikan baik-baik firman Allah swt, di ayat 33 dari surah Ar-Rum. Manusia cenderung kembali kepada Sang Khaliq saat mereka ditimpa masalah. Mereka kembali rajin beribadah dan meninggalkan larangan Allah saat ditimpa ketakutan-ketakutan. Tetapi mereka akan mudah melupakan Allah bila sedang mendapat sedikit limpahan rahmat-Nya.

Kejadiannya mirip dengan kisah di atas. Saat menemukan uang sama sekali sang pemuda tidak peduli dengan asal muasal uang. Tetapi saat yang mengenainya adalah batu, yang membuatnya kesakitan, ia menengok ke sang pengirim masalah, yaitu gadis manis yang ada di lantai atas rumah.

CERITA INSPIRATIF ISLAM

Sahabat pembaca cerita inspiratif Islam, Allah sangat mencintai hamba-Nya. Allah tidak ingin kita jauh dari-Nya. Ilmu kita sangat sedikit. Ada banyak hal yang tidak kita ketahui dari kehidupan ini. Ada banyak jalan yang dapat mencelakakan kita. Tetapi Allah Mahatahu. Allah mengetahui mana yang terbaik bagi hamba-Nya dan mana yang tidak. Maka Allah ingin kita selalu mendekat kepada-Nya agar kita selamat. Dan salah satu caranya adalah dengan mengirimkan kepada kita aneka macam persoalan dalam kehidupan.

Jika ada di antara kita yang saat ini sedang dirundung aneka persoalan itu tandanya Allah sedang ingin kita “menengok” kepada-Nya. Barangkali di hari-hari yang telah lewat beberapa anugerah-Nya telah membuat kita melupakan-Nya.

Awang Surya, Motivator dan Penulis Buku Cerita Inspiratif Islam

 

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*