LOMBA MENGHIAS ONTA

Alkisah, di sebuah negeri ada satu kebiasaan unik. Penduduk negeri itu setiap tahun berangkat naik haji secara bersama-sama dengan mengendarai onta. Ratusan tahun kebiasaan itu mereka jalani. Sampai suatu ketika, ada salah seorang jamaah haji di negeri itu yang menghias ontanya dengan kain indah berwarna-warni. Onta milik salah seorang jamaah haji itu menjadi terlihat cantik.

Tindakan salah seorang jamaah haji ini menarik perhatian seluruh jamaah haji dari negeri itu. Sepanjang perjalanan berangkat dan pulang haji semua orang membicarakan apa yang dilakukan oleh seorang jamaah haji ini. Sampai di rumah, para jamaah haji terus menceritakan kejadian itu. Maka pada musim haji berikutnya beberapa orang jamaah haji di negeri itu menirunya. Beberapa orang menghias ontanya dengan hiasan yang indah.

Kebiasaan ini kemudian terus berlanjut. Tahun-tahun selanjutnya semua jamaah haji menghias ontanya dengan aneka kain beraneka warna. Bahkan akhirnya ada aturan di kalangan jamaah haji negeri itu bahwa yang tidak menghias ontanya tidak diperkenankan untuk berangkat haji. Dan seiring dengan berjalannya waktu, perjalanan haji naik onta itu tidak ada lagi. Kini yang ada di negeri itu hanyalah lomba menghias onta.

Sahabat pembaca, di dalam kehidupan ini banyak sekali kegiatan yang kita lakukan. Dan saya percaya setiap kegiatan itu kita lakukan dengan tujuan-tujuan tertentu atau juga target tertentu. Dan biasanya di dalam setiap kegiatan ada kegiatan sampingan untuk menimbulkan suasana menarik. Tapi sayangnya, banyak sekali kegiatan sampingan itu yang justru menarik seluruh perhatian yang bisa melupakan kita dari tujuan utama kegiatan itu.

Seorang ayah bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam. Salah satu tujuannya adalah membahagiakan anak dan istrinya. Saat bekerja ada banyak kegiatan sampingan, misalnya ngopi-ngopi di kafe untuk mempererat dengan kolega dan klien. Sayangnya, ada beberapa orang ayah yang begitu gandrungnya dengan kongkow-kongkow di kafe dengan klien sampai-sampai lupa untuk bermain dengan anaknya. Saat-saat libur juga dihabiskan dengan bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Sepertinya dia lupa bahwa bekerja itu untuk membahagiakan anak istri. Ironis sekali.

Hal yang seperti itu juga terjadi di dalam wilayah ritual ibadah. Puasa Ramadhan adalah salah satu contohnya. Ada begitu banyak kegiatan sampingan yang menjadi “hiasan” selama kegiatan puasa di Bulan Ramadhan. Ada menu buka bersama. Ada persiapan baju lebaran. Ada acara mudik lebaran dan aneka kegiatan lain yang sangat menarik perhatian. Sayangnya, beberapa orang sering kali lebih banyak berkutat dengan urusan-urusan yang menjadi “hiasan onta” di dalam bulan Ramadhan. Bahkan sampai-sampai mereka tidak pernah lagi berpikir untuk apa semua ini dilakukan.

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang tujuannya sudah sangat jelas. Ini termaktub di dalamAl-Quran surah Al-Baqarah 183.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Adalah penting bagi kita untuk menjaga tujuan melakukan ibadah puasa yang kita lakukan. Jika hal itu tidak kita lakukan dikhawatirkan kita tidak mendapat apa-apa dari ibadah yang kita lakukan. Kita terlalu sibuk dengan aktivitas-aktivitas sampingan sampai lupa bertanya apakah puasa yang dilakukan mampu mengantarkan kita menjadi seorang yang bertakwa atau tidak. Ini persis seperti dengan kisah di atas. Para jamaah haji itu fokus pada urusan menghias ontanya, sampai akhirnya tidak lagi melakukan ibadah haji.

Sahabat pembaca, kita sudah memasuki bulan Rajab. Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri. Maka tancapkanlah di dalam dada bahwa puasa Ramadhan  yang segera kita lakukan adalah dalam rangka meraih derajat takwa. Tanpa itu puasa kita pastilah sia-sia. Dan ketahuilah pembaca budiman, bahwa orang yang puasanya sia-sia itu banyak jumlahnya.

Rasulullah saw pernah bersabda:

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga. (HR. Thabrani)

Wallahu a’lam bis showaab

Awang Surya

Motivator Islam Indonesia

0857 7991 7492

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*