GILA

Salah satu kebiasaan Bahlul adalah berkunjung ke Rumah Sakit. Bukan untuk berobat, tapi untuk mengunjungi pasien-pasien yang tengah dirawat. Bahlul datang untuk memberikan kegembiraan. Dengan berbagi cerita dan celotehan-celotehan segar pasien-pasien itu menjadi terhibur. Sedang bagi Bahlul sendiri, dengan mengunjungi orang yang sakit itu dia menjadi lebih bersyukur diberi kesehatan.

Pagi itu Bahlul sengaja mengajak Darji, adiknya. Tapi kali ini yang dikunjungi adalah Rumah Sakit Jiwa. Bagi Darji ini adalah kali pertama dia menginjakkan kaki di Rumah Sakit Jiwa. Bahlul sudah sangat sering. Beberapa petugas rumah sakit sudah mengenal Bahlul.

Kini mereka berdua sudah berada salah satu sudut rumah sakit. Terlihat seorang pemuda tengah duduk dengan mata menatap kosong. Sesekali ia mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Tidak ada respons sama sekali saat Bahlul dan Darji mendekatinya.

“Siti……. Siti…..,” ucap laki-laki mudah itu lirih dengan sesenggukan.

Darji bingung tak mengerti. “Kenapa laki-laki ini menyebut nama Siti terus, Kang?”

“Dulu dia naksir berat sama perempuan cantik yang bernama Siti,” jawab Bahlul. “Tapi cintanya tidak kesampaian, sampai akhirnya ia jadi gila.”

Darji menggeleng-geleng pelan. Ia hampir tidak percaya bahwa ada seseorang laki-laki yang menjadi gila karena mencintai perempuan.

Kini mereka menuju sisi lain dari Rumah Sakit itu. Kali ini mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang tengah berteriak-teriak sambil meremas-remas rambutnya.

“Sitii, sudah Sitiii!” teriak laki-laki. “Jangan lagi Sitii… .”

“Yang ini lebih berat sepertinya, Kang….. tapi kok manggil Siti juga?” Darji kembali tak mengerti.

“Laki-laki ini yang akhirnya berhasil menikahi Siti, Ji…”

“Walah, yang gagal menjadi gila. Yang berhasil malah lebih gila,” ungkap Darji.

Bahul tersenyum.

Pembaca budiman, dunia ini memang sangat menarik. Tak salah bila semua manusia tergila-gila padanya. Mereka ingin merengkuh dunia ini sepenuhnya. Untuk itu berbagai upaya dilakukan. Tidak peduli lagi dengan halal haram. Tipu menipu mereka lakukan tanpa malu-malu. Aneka kecurangan mereka praktekkan tanpa segan. Tujuannya hanya untuk mendapat apa yang mereka inginkan.

Ada yang tergila-gila pada harta, karena menganggap harta itu akan membuat mereka hidup bahagia. Mereka kerahkan segenap tipu daya. Bila perlu sikut kanan sikut kiri, agar orang lain tidak kebagian. Seolah hanya dirinya yang berhak memiliki harta. Sungguh-sungguh perilaku gila.

Ada yang tergila-gila pada jabatan, karena mengira dengan memiliki jabatan tinggi orang akan menghormatinya. Mereka praktekkan segala kelicikan. Cara-cara keji dengan menginjak ke bawah menjilat ke atas tak segan untuk dilakukan. Aneka fitnah mereka sebar agar orang lain jatuh dari posisinya. Benar-benar perbuatan gila.

Pembaca budiman, berhasilkah orang-orang itu menemukan yang mereka cari? Banyak fakta menunjukkan hal yang sebaliknya. Mereka yang tergila-gila dengan harta, justru menjadi gila saat memiliki harta. Mereka yang tergila-gila dengan jabatan,  anehnya menjadi lebih gila saat jabatan direngkuhnya.

Betapa banyak orang menjadi tidak bahagia saat ekonominya meroket. Padahal saat mereka dalam keadaan serba pas-pasan kehidupan mereka aman-aman saja. Tak terhitung keluarga yang hidup rukun saat keuangan mereka sangat terbatas. Saat keuangan mereka berlimpah malah keluarga mereka berantakan. Banyak orang yang bisa hidup tenang saat menjadi rakyat biasa. Mereka kemudian kehilangan ketenangan saat menjadi pejabat. Saat tidak ada yang mengenal mereka bisa pergi ke mana saja dengan tenang. Saat menjadi orang terkenal di manapun berada setiap mata seperti mengikutinya. Ketenangan kemudian menghilang.

Pembaca budiman, tangis dan tawa adalah hal yang biasa di dalam kehidupan. Tawa bukan hanya milik kaum berada tapi juga milik kaum papa. Tangis bukan hanya milik rakyat jelata, tapi juga milik para penguasa. Sedih dan gembira selalu ada di setiap manusia, siapa pun dia. Maka, syukuri apa yang ada itulah kunci kebahagian. Jangan pernah tergila-gila dengan sesuatu yang belum kita miliki, karena jangan-jangan saat memiliki hal itu kita menjadi lebih gila.

Awang Surya

Motivator Islam Indonesia

0857 7991 7492

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*