HIJRAH JALAN MENUJU KESUKSESAN

Gubernur Bashrah saat itu, Abu Musa Al-Asyari, sering kali bingung dengan surat yang diterimanya dari Khalifah Umar bin Khattab. Surat-surat itu semuanya hanya menuliskan tanggal dan bulan tanpa ada tahunnya. Seperti diketahui, pada masa itu transportasi dan telekomunikasi tidak secanggih sekarang. Dengan jarak yang cukup jauh maka surat-surat itu perlu waktu yang cukup lama untuk sampai pada tujuan. Jika hanya tanggal dan bulan yang dituliskan, misalnya 1 Muharam, maka timbul kerancuan antara Muharam tahun yang sedang berjalan ataukah Muharam tahun lalu.

Begitulah tradisi yang sudah ada di masyarakat Arab sebelum kerasulan Muhammad SAW. Keadaan ini terus berlanjut sampai masa masa Khalifah Umar bin Khattab. Mereka menandai setiap tahun dengan peristiwa besar yang terjadi di tahun itu. Misalnya, kelahiran Rasulullah SAW adalah 12 Rabiul Awwal tahun gajah. Disebut tahun gajah karena pada tahun itu terjadi penyerangan Ka’bah oleh tentara yang menaiki kendaraan gajah.

Keluhan Abu Musa Al-Asyari sampai kepada Khalifah. Maka Khalifah Umar bin Khattab segera mengumpulkan para sahabat utama. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Para sahabat itu bermusyawarah untuk menentukan awal dari kalender Islam.

Beberapa usulan muncul. Ada yang mengusulkan kalender dimulai dari tahun kelahiran Rasulullah SAW. Ada yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad SAW menjadi Rasul. Dan ada juga yang mengusulkan dimulai dari sejak wafatnya Rasulullah SAW. Beberapa sahabat itu tidak sepakat. Kemudian sahabat Ali bin Abi Thalib r.a. mengusulkan agar kalender dimulai dari momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah). Semua yang hadir setuju dengan usulan Ali r.a., maka ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah SAW.

Mudah untuk dipahami mengapa usulan Ali bin Abi Thalib diterima oleh semua sahabat yang hadir. Hijrah adalah tonggak dari terbentuknya masyarkat Islam di Madinah. Semenjak peristiwa hijrah masjid bisa didirikan. Setelah hijrah ada pemerintahan Islam. Singkat kata, hijrah adalah tonggak kemenangan atau kesuksesan.

Hijrah seperti sudah menjadi jalan umum bagi komunitas atau individu yang ingin meraih kesuksesan. Banyak sekali seruan dari kalangan ulama agar kita menjadi individu yang berani berhijrah. Imam Syafii dalam syair-syairnya sangat menganjurkan agar para pemuda berani berhijrah dengan meninggalkan kampung halaman dan keluarga.

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup di negeri orang

Merantaulah. Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan)

Imam Syafii

Di masa lalu, orang-orang Islam adalah para pemberani yang suka menjelajah dunia. Mereka berani meninggalkan negeri dan tinggal di negeri orang untuk menyebarkan agama Islam. Ada nama-nama Ibnu Battuta, yang sejak usia 20 tahun sudah berkeliling dunia. Laksamana Cheng Ho, diplomat dari Tiongkok yang mengunjungi 37 negara untuk menghubungkan kekaisaran Tiongkok dengan dunia. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh penjelalajah dunia dari ummat Islam. Tidak heran jika di masa lalu ummat Islam adalah ummat yang terpandang. Mereka adalah para pemberani yang tidak pernah takut berhijrah, meninggalkan kampung halaman, untuk meraih kesuksesan di negeri orang.

Adalah fakta yang tidak terbantahkan bahwa orang-orang yang berhijrah cenderung punya posisi tinggi. Di setiap wilayah, para pendatang sering kali punya posisi lebih tinggi baik secara ekonomi maupun secara sosial. Bahkan ada beberapa negara yang para pendatang lebih berkuasa dari warga aslinya, Amerika Serikat adalah salah satu contohnya.

Alquran menyampaikan anjuran agar kita berani berhijrah. Salah satunya ada di dalam surah At-Taubah ayat 20.

Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (QS. 9 – 20)

So, mari ajarkan kepada generasi muda kita agar menjadi pribadi-pribadi pemberani. Menjadi pemuda-pemudi yang berani keluar dari kampung halamannya untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Awang Surya

Motivator Spiritual

0857 7991 7492 �� %ݛ֝

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*