KATA-KATA BISA MEMBUNUH KITA

Suatu ketika sang raja rimba, singa jantan, sedang berkeliling hutan. Beberapa ekor kelinci yang sedang berada di padang rumput lari tunggang-langgang. Seekor kelinci jantan terlihat tetap di padang rumput. Ia tampak tidak takut kepada sang raja rimba.

“Hai singa, ketahuilah aku pasti membunuhmu!” ucap kelinci ketika singa jantan sudah di dekatnya.

“Hahaha….. jangan berkhayal kau kelinci kecil,” singa tertawa lepas.

“Beri waktu aku satu bulan, akan membunuhmu di sini,” tukas kelinci dengan tegas.

“Baik, aku beri waktu kau satu bulan sebelum dagingmu menjadi santapan lezatku kelinci kecil hahaha….,” singa jantan meremehkan kelinci.

Sang raja rimba meninggalkan kelinci sembari terus tertawa. Sementara kelinci segera menemui semua binatang di hutan. Setiap kali bertemu binatang lain kelinci mengatakan bahwa ia  bisa membunuh sang raja rimba.

Esok hari, beberapa binatang mengatakan kepada singa jantan bahwa kelinci sangat yakin bisa membunuh  singa. Diam-diam singa mulai berpikir jangan-jangan kelinci telah mempersiapkan senjata rahasia untuk membunuhnya.

Di sisi lain, kelinci cerdik itu terus menerus menyampaikan kepada semua binatang yang dijumpainya bahwa dia pasti bisa membunuh sang raja rimba yang selama ini ditakuti semua penghuni hutan. Binatang-binatang itu satu per satu menyampaikan kepada singa ucapan kelinci.

Sang raja rimba mulai gelisah. Kalimat yang diucapkan kelinci terus menerus menghantui pikirannya. Binatang-binatang lain tak henti-henti menyampaikan hal yang sama. Kini singa mulai percaya bahwa kelinci benar-benar telah mempersiapkan diri untuk membunuhnya. Sejak itu nafsu makan sang raja rimba mulai hilang. Pikirannya benar-benar diliputi ketakutan. Berhari-hari raja rimba itu tidak lagi berkeliling hutan. Ia tidak lagi mencari mangsa. Dan benar, beberapa hari kemudian sang raja rimba yang ditakuti itu benar-benar mati!

Sahabat pembaca, kisah di atas hanyalah ilustrasi belaka. Kisah itu menggambarkan fenomena yang terjadi di dunia nyata. Banyak di antara kita mengalami masalah disebabkan kata-kata yang masuk ke pikiran. Kata-kata itu bisa berupa ucapan yang kita dengar atau kalimat yang kita baca. Itulah mengapa Nabi Muhammad saw jauh-jauh hari sudah mengingatkan pentingnya menjaga kata-kata.

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Pembaca budiman, hari ini betapa mudahnya kita “mengeluarkan” kata-kata buruk. Jari-jemari kita begitu mudahnya menulis berita buruk atau meneruskan pesan-pesan buruk yang tidak jelas juntrungnya. Perlahan tapi pasti pesan-pesan itu mempengaruhi pikiran orang-orang yang membaca.

Hari ini kehidupan kita “dibanjiri” dengan berita-berita buruk. Dan pasti hal itu akan berdampak buruk bagi kehidupan kita semua.

Pembaca budiman, mari berhenti menulis pesan buruk, berhenti membaca pesan buruk dan  berhenti meneruskan pesan buruk. Mari menulis pesan baik, membaca pesan baik dan meneruskan pesan yang baik. Jika tidak bisa, lebih baik diam.

Semoga dengan langkah kecil itu kehidupan kita menjadi lebih baik. Amien.

Awang Surya

Motivator Spiritual Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*